Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya, Lipat Gandakan Ilmu dengan Membaginya

Standard

Melalui postingan singkat ini, saya ingin berbagi sedikit motivasi dan inspirasi yang merupakan refleksi dari pengalaman saya terutama dalam mengelola situs ini. Semoga postingan singkat ini bisa bermanfaat terutama bagi teman-teman semua para pembelajar yang haus akan ilmu pengetahuan, dan bagi kawan-kawan yang sedang menimba ilmu baik di bangku sekolah maupun kuliah.

Setelah sekian lama menjalani proses belajar dan mengajar serta berbagi dan beberapa situs yang lain, pada suatu titik, saya menyadari bahwa yang terpenting dalam belajar adalah proses. Hasil proses belajar berupa nilai atau grade hanyalah ukuran kuantitatif yang terkadang bersifat normatif bahkan manipulatif. Tapi jauh lebih penting daripada nilai-nilai tersebut, adalah proses yang dijalani selama belajar. Ilmu yang diperoleh dalam proses belajar yang baik itulah hasil sebenarnya. Dalam proses belajar itulah, saya ingin berbagi beberapa tips agar ilmu pengetahuan dapat diserap dengan baik.

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.

Tak peduli seberapa kecil atau sedikit ilmu yang kita punyai, tuliskanlah, entah di kertas, di buku, di komputer atau di suatu blog pribadi. Dengan menuliskan, kita akan memperoleh manfaat yang luar biasa. blog ini dibuat berawal dari keinginan saya untuk menuliskan segala sesuatu yang mungkin akan berguna suatu saat nanti. Entah itu berupa cerita motivasi, cerita pribadi, tutorial, materi mengajar, materi kuliah, jurnal dan sebagainya. Entah kapan itu akan berguna, waktu itu saya tidak terlalu memikirkannya. Ternyata belakangan saya mulai menyadari atas manfaat menuliskan sedikit ilmu tersebut. Ilmu benar-benar terikat dengan lebih kuat.

Saat ada seseorang bertanya mengenai sesuatu dan saya pernah menuliskannya, Insya Allah saya akan ingat. Contohnya saat ada yang meminta contoh sederhana pengolahan data pegawai dengan PHP. Saat ada yang bertanya bagaimana membuat laporan PDF, . Termasuk saat ada yang baru belajar PHP-MySQL dan minta petunjuk atau tutorial untuk memulainya. Suatu kebahagiaan sendiri untuk dapat menuliskannya disini

Lipatgandakan Ilmu dengan Membaginya.

Ilmu yang hanya disimpan sendiri nilai kemanfaatannya hanya terbatas untuk diri sendiri. Lipatgandakan kemanfaatan ilmu dengan membaginya ke orang lain. Bagikan ke orang lain, walaupun itu menyangkut hal kecil, misalnya cara menginstal program aplikasi yang cuma tinggal next-next-and-finish. Atau sekedar berbagi cara untuk menghitung umur. Yakinlah saat kita mau berbagi ilmu kita, manfaat akan berlipat ganda.

Saya termasuk orang yang percaya dan yakin akan janji Allah SWT, Tuhan saya, bahwa jika kita memberikan sebagian harta kita untuk kemanfaatan orang lain dengan penuh keikhlasan maka Dia akan membalasnya dengan 10 bahkan 700 kali lipat. Dalam pemahaman saya, yang namanya harta tidak semata-mata berhubungan dengan uang dan materi, namun lebih luas lagi termasuk tenaga, pikiran dan ilmu pengetahuan yang kita miliki saat ini. Jadi, berbagilah ilmu pengetahuan ke sebanyak-banyaknya orang maka kita akan memperoleh ilmu dan manfaat yang berlipat ganda. Sederhananya saja, saat saya berbagi suatu tutorial di perkuliahan, seringkali saya mendapatkan banyak pertanyaan dari mahasiswa yang mungkin belum mengerti mengenai apa yang disampaikan di tutorial. Pertanyaan-pertanyaan tersebut secara tidak langsung justru menambah pengetahuan saya, karena memotivasi saya untuk meningkatkan pengetahuan saya sehingga dapat menjawab setiap pertanyaan yang mungkin belum pernah saya pikirkan sebelumnya. Belum lagi jika ada mahasiswa yang berbagi cara atau alternatif lain terkait tutorial saya, tentu akan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan. Hal-hal itulah yang membuat ilmu akan berlipatganda jika kita mau membaginya.

Sedikit cerita lain yang terkait dengan kekuatan berbagi (the power of sharing). Mungkin sebagian besar dari kita, pernah mendengar bahkan mengenal salah satu tokoh dunia IT di negara kita, yaitu Onno W Purbo (@onnowpurbo) atau sering dipanggil dengan Kang Onno. Di profil Twitternya, beliau mengaku bahwa beliau hanyalah orang biasa, rakyat Indonesia biasa saja. Namun yang luar biasa adalah karya-karya berupa ribuan tulisan, artikel, ide dan pemikiran yang beliau hasilkan. Dan semuanya dibagikan secara gratis! Beberapa diantaranya dapat ditemukan di http://bebas.vlsm.org dan forum komunitas Opensource. Dengan kemauan berbagi (sharing) tersebut, saya kira kita semua sepakat bahwa Kang Onno sangat pantas disebut sebagai salah satu pakar IT di Indonesia. Dengan berbagi dan kontribusinya juga, Kang Onno dapat dikenal di seluruh negeri ini dan sering diundang di berbagai seminar, workshop dan acara lainnya di seluruh Indonesia. Tidakkah kita bisa mencontoh beliau, orang biasa yang menjadi luar biasa melalui kekuatan berbagi (the power of sharing).

Bersyukurlah atas ilmu yang dimiliki

Bersyukurlah atas ilmu yang kita miliki. Itu akan membuat kita selalu rendah hati dan terhindar dari perasaan sombong. Bersyukur membuat kita selalu sadar bahwa di atas langit masih ada langit, diatas kehebatan yang kita miliki masih ada yang lain yang lebih hebat. Bersyukurlah atas ilmu maka nikmat ilmu pengetahuan akan ditambah oleh-Nya.

Bersyukur atas ilmu bukan berarti hanya berdiam diri menerima “kebodohan” kita. Bentuk rasa syukur sesungguhnya adalah kemauan kita untuk selalu belajar dan meningkatkan ilmu pengetahuan yang kita miliki. Belajar dengan penuh semangat, sekolah dengan sebaik-baiknya, mengikuti perkuliahan dengan sungguh-sungguh merupakan beberapa sikap positif yang merupakan cerminan rasa syukur seseorang atas ilmu yang dimiliki. Cara bersyukur seperti itulah yang akan menambah nikmat atas ilmu yang kita miliki.

Semoga beberapa hal diatas dapat bermanfaat untuk kita semua, memotivasi kita semua untuk selalu meningkatkan kualitas diri dan hidup kita. Amin.

Saya juga menyadari bahwa saya bukan orang yang memiliki kepandaian seperti halnya pak Habibie (yang belum nonton film-nya kayaknya harus nonton nih). Bahkan Bapak dan Ibu saya juga bukan orang yang terpelajar, Bapak katanya pernah sekolah sampai tingkat SMP dan Ibu pernah sekolah di Sekolah Rakyat (setingkat SD), walaupun saya sendiri sampai saat ini belum pernah melihat ijasahnya. Tapi berkat usaha yang begitu gigih dan keikhlasan doa dari kedua orang tua serta tentunya atas ijin-Nya, saya setidaknya bisa mengenyam pendidikan yang cukup tinggi. Terima kasih khususnya untuk orang tua tersayang. Allohummaghfirlahuma warhamhuma wa’afihuma wa’fu’anhuma. Amin.